Ganja lebih banyak manfaatnya

Hai balik lagi sama gue blex dan kali ini gue bakalan nge share beberapa manfaat yang di hasilkan oleh ganja. seperti yang kita tahu ganja lebih di kenal dengan bahayanya daripada manfaatnya dan asal kalian tahu ganja merupakan obat yang manfaat positifnya ternyata cukup banyak.

nah justru itu gue disini mau nge bahas tuntas soal manfaat manfaat yang bisa di hasilkan oleh ganja itu sendiri. oke langsung aja gak perlu nunggu lama lama lagi kita masuk ke topik cekidot.

Tiga jenis mariyuana yang biasa digunakan untuk keperluan medis

Di Amerika Serikat sendiri, ada Tiga jenis ganja yang sudah diizinkan untuk diproduksi demi keperluan obat atau medis, yaitu:

  • Marinol dan Cesamet: dua obat ini digunakan untuk mengatasi mual dan kehilangan nafsu makan terkait kemoterapi dan pada pasien pengidap AIDS. Ini bentuk lain dari THC, yang merupakan bahan utama ganja yang memberikan rasa high. Kedua obat ini disetujui FDA pada tahun 1980-an.

  • Epidiolex: obat ini digunakan pada anak-anak penderita epilepsi dan FDA melegalkannya pada tahun 2013. Namun, penggunaannya secara umum sangat dilarang.

  • Sativex: saat ini sedang diuji secara klinis di Amerika Serikat dan merupakan obat untuk mengatasi kanker payudara. Ia merupakan kombinasi dari bahan kimia yang terkandung di dalam tanaman ganja dan disemprotkan ke mulut. Sativex disetujui di lebih dari 20 negara untuk mengatasi kejang otot dari MS dan sakit kanker.


Manfaat kesehatan dari ganja

Seperti dilansir dari Business Insider, ganja ternyata memiliki sejumlah manfaat lainnya bagi kesehatan, yang mungkin jarang diketahui banyak orang, termasuk Anda, mungkin.

Kita tahu bahwa menggunakan ganja (bahkan sampai berlebihan dan mungkin menggunakannya bukan untuk medis) akan menyebabkan masalah kesehatan bagi kita sendiri, mulai dari kurangnya kualitas sperma, kecemasan berlebih, tekanan darah rendah, dan lainnya. Namun, ternyata sisi positif atau manfaatnya bagi kesehatannya bisa lebih banyak, seperti:


1. Mencegah glaukoma


Ganja bisa digunakan untuk mengatasi dan mencegah mata terkena penyakit glaukoma, yang meningkatkan tekanan dalam bola mata, merusak saraf optik, dan menyebabkan kehilangan penglihatan. Ganja mengurangi tekanan tersebut. Berdasarkan penelitian yang dilakukan National Eye Institute di awal 1970-an, orang yang membakar ganja dapat menurunkan intraocular pressure (IOP) pada orang dengan tekanan normal dan orang-orang dengan glaukoma. Efek ganja bisa memperlambat proses terjadinya penyakit ini, sekaligus mencegah kebutaan.


2. Meningkatkan kapasitas paru


Dalam sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of the American Medical Association pada Januari 2012, ganja tidak merusak fungsi paru-paru dan bahkan bisa meningkatkan kapasitas paru-paru. Dalam penelitian tersebut, para peneliti mengambil sampel dari 5.115 orang dewasa muda sepanjang kurang lebih 20 tahun. Perokok tembakau kehilangan fungsi paru-parunya sepanjang waktu tersebut, tapi pengguna ganja malah memperlihatkan peningkatan kapasitas paru-parunya.


3. Mencegah kejang karena epilepsi


Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2003 memperlihatkan bahwa ganja bisa mencegah kejang karena epilepsi. Robert J. DeLorenzo, dari Virginia Commonwealth University, memberikan ekstrak ganja dan ganja sintetis pada tikus epilepsi. Obat ganja ini diberikan kepada tikus yang kejang selama 10 jam. Cannabinoid seperti bahan aktif dalam ganja, THC, mengontrol kejang dengan menahan sel otak responsif untuk mengendalikan rangsangan dan mengatur relaksasi.


5. Mematikan beberapa sel kanker
Kandungan dalam ganja yang bernama cannabidiol dapat menghentikan kanker dengan mematikan gen yang disebut Id-1, dalam sebuah studi yang dilakukan sejumlah peneliti dari California Pacific Medical Center di San Francisco, yang dilaporkan pada tahun 2007. Dalam banyak kasus, dipercaya bahwa ganja mampu mematikan sel-sel kanker lainnya.


6. Pengobatan radang usus


Peneliti dari University of Nottingham pada tahun 2010 menemukan bahwa bahan kimia dalam ganja, termasuk THC dan cannabidiol, berinteraksi dengan sel-sel dalam tubuh yang memainkan peran penting dalam fungsi usus dan respon imun.


7. Mengurangi arthritis


Pada sebuah penelitian yang dilakukan di tahun 2011 menyatakan bahwa ganja dapat membantu mengurangi rasa sakit, mengurangi peradangan, dan meningkatkan tidur,sehingga dapat membantu mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan bagi orang-orang yang sedang menderita rheumatoid arthritis.



8. Multiple sclerosis


Multiple sclerosis (MS) adalah penyakit yang menyerang saraf-saraf pusat seperti saraf otak, sumsum tulang belakang, dan saraf optik. Sebuah penelitian yang dilakukan di Canadian Medical Association Journal menemukan bahwa cannabioids yang ditemukan dalam ganja bisa menurunkan gejala dan rasa sakit yang disebabkan oleh MS.


9. Mual


Ganja mengandung minimal 60 zat kimia yang disebut cannabinoids serta THC yang bisa memberikan efek 'melayang' pada penggunanya. Meski begitu, dalam takaran dan cara yang tepat, THC juga bisa digunakan untuk mengatasi rasa mulai, termasuk juga terdapat dalam obat yang bisa menyebabkan rasa mual.



10. Penyakit parkinson


Penelitian yang diterbitkan dalam medPage Today menemukan bahwa ganja bisa digunakan untuk mengatasi tremor dan meningkatkan kemampuan motorik pada pasien yang terkena penyakit parkinson.


Bukan berarti aman

Meskipun manfaat medisnya secara positif penting, tapi kalau penggunaannya tidak digunakan dengan baik dan bijak, dan juga terlalu banyak, Anda mungkin justru akan mengalami kerugian bagi diri Anda sendiri. Belum lagi, belum ada penelitian tentang efek jangka panjang penggunaan ganja. Jadi, jika ada obat lain yang lebih efektif (dan legal), sepertinya Anda belum harus beralih ke mariyuana.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Ganja lebih banyak manfaatnya"

Post a Comment